![]() |
| This is The Last Chinese New Year I could spend with her |
Ini cerita mengenai aku dengan nenekku. Aku menulis cerita
ini karena aku sangat terinspirasi dengan beliau dan aku harap ketika aku sudah
dewasa aku bisa menjadi orang sepertinya. Neneku bernama Lauw Swie Lan usianya
sudah berusia 94 tahun. Dia adalah Ibu dari pihak ayahku. Bagiku dia adalah
orang yang sangat tegar dan penyayang. Dari sejak kecil aku sudah hidup
bersamanya dan dia sudah membesarkan sehingga sekarang ini berusia 19 tahun. Sejak
kecil aku selalu sakit-sakitan sejak lahir aku harus bolak-balik masuk Rumah
Sakit sehingga hal ini lah yang membuatku harus dititipkan di rumah Oma ku.
Ketika aku menginjak usia 5 tahun. Aku bersekolah didekat
rumah Omaku dan harus berpisah dengan Papa dan Mamaku. Karena mereka harus
sibuk bekerja pada saat itu. Apalagi pada saat itu keadaannya kakak laki-lakiku
bolak-balik masuk Rumah Sakit sehingga dia lebih membutuhkan perhatian lebih
daripada aku. Walaupun sedikit kesal karena seakan-akan aku dianak-tirikan oleh
kedua orang tuaku, pada saat itu aku yang tidak mengerti apa-apa hanya dapat
mengikuti kemauan kedua orang tuaku. Lalu sejak saat itu aku selalu bersama
Omaku. Sejak kecil dialah yang mendidik dan membesarkanku. Tiap hari aku lalui
bersama dengannya dengan Kakek saya juga.
Ketika berusia 13 tahun akhirnya saya dapat berkumpul lagi
dengan keluarga saya. Papa, Mama dan Kakak saya akhirnya tinggal bersama-sama
didalam rumah Oma dan Kakek. Walaupun seperti itu saya merasa jauh lebih dekat
dengan Kakek – Nenek daripada dengan keluarga saya sendiri. Mau bagaimana lagi
sejak kecil saya juga sudah bersama-sama dengan mereka sehingga otomatis perasaan
saya juga lebih dekat dengan mereka. Tetapi tidak dapat dipungkiri bagaimanapun
Papa dan Mama saya adalah orang tua kandung saya kalau tidak ada mereka juga
belum tentu ada saya hari ini.
Bertahun-tahun setelah saya lewati dan saya tetap tinggal
bersama Oma saya. Ketika saya sedang jatuh sakit Oma saya jauh lebih peduli dan
perhatian kepada saya daripada Mama saya. Ketika saya sedang sedih saya juga
lebih banyak lebih bercerita kepada Oma saya. Mungkin karena sering
menghabiskan waktu bersama hal ini lah yang membuat saya jauh lebih dekat
dengan Oma daripada Mama. Bagiku Omaku merupakan seorang Ibu bagiku yang selalu
ada disaat aku membutuhkannya.
Ketika saya menginjak
usia 19 tahun. Hal ini baru saja terjadi kurang lebih 3 bulan yang lalu sesuatu
hal yang sangat saya tidak sangka membuat saya sangat terpukul dan sangat
menyesal yang paling dalam dan mungkin hal ini tidak akan bisa saya tebus lagi
selamanya. Pada tanggal 24 Febuari 2014 malam hari Nenek saya jatuh sakit
secara mendadak, tiba-tiba dia tidak bisa bergerak dan hanya diam saja dikursi
tempatnya duduk. Ketika saat itu langsung membawanya ke Rumah Sakit. Lalu pada
tanggal 25 Febuari 2014 Dokter baru saja memberikan hasil dari Laboratorium yang sudah diperiksa. Bahwa
nenekku sakit Stroke mendadak dan
jantungnya lemah. Stroke ini
mengakibatkan beliau tidak bisa menggunakan saraf berbicaranya dan kemungkin
dia akan lupa mengenai berbagai hal.
Pada hari itu keadaannya
sesungguhnya jauh lebih baik daripada keadaannya sebelumnya. Dia sudah bisa
membukakan mata dan berbicara seucap walaupun tidak terlalu jelas karena
sarafnya sudah terkena gangguan. Pada tanggal 26 Febuari 2014 ketika pada siang
hari itu saya mendapatkan kabar yang sangat tidak enak. Ketika itu saya masih
berada di kampus karena ada kelas pada pagi itu. Tiba-tiba ketika kelas selesai
saya baru sadar bahwa ada 20 missed calls
dari Papa. Perasaan saya pada waktu itu tidak enak, pasti ada sesuatu yang hal
yang terjadi. Ternyata benar dugaan saya, Papa saya memberitahukan bahwa
keadaan Oma sudah parah bahkan sudah tidak sadarkan diri lagi. Pada saat itu
saya langsung tergesa-gesa menuju ke Rumah Sakit. Ternyata benar, ketika saya
sampai di Rumah Sakit ternyata Oma sudah tidak sadarkan diri, nafasnya pun juga
sudah agak susah hanya mengandalkan oksigen yang terpasang di hidungnya.
Dokter waktu itu mengatakan
bahwa perubahan keadaan Oma pada saat itu sangat drastis padahal pagi harinya
Oma masih bisa makan satu mangkok bubur penuh dan itu habis. Keadaannya pagi
ini juga jauh lebih baik tetapi entah kenapa tiba-tiba dia menjadi koma. Siang itu
semua anak-anaknya dan cucu-cucunya pada berkumpul satu demi satu membisikan
bahwa kita ikhlas bahwa Oma harus pergi meninggalkan kami. Oma pun sempat
menunggu anak dan cucunya yang berada di Jakarta. Malam itu ketika anak dan
cucunya dari Jakarta sudah datang dan sama untuk membisikkan di telinga Ibunya
bahwa mereka ikhlas bahwa Oma akan meninggalkan kita semua dan berjanji untuk
menjaga Kakek yang dirumah. Keadaan kakek saat ini juga berbeda dia hanya bisa bedrest saja dan sudah tidak dapat melakukan hal apapun. Maklum usianya pun juga lebih tua yaitu 97 tahun.
Tidak menyangka setelah
kami semua memutuskan untuk pulang pada malam itu dan hanya tinggal salah satu
anak dan menantunya saja. Omaku meninggalakan kami semua pada malam itu. Kami semua
begitu sedih terutama juga saya sendiri. Saya masih merasa bahwa apa yang telah
terjadi begitu cepat. Tiba-tiba saja dia hanya meninggalkan kami semua tanpa
pesan dan semuanya terjadi secara mendadak.
Pada waktu itu perasaan
saya sangat sangat sangatt sangatt menyesal karena sebelum dia meninggal kita sempat berdebat kecil mengenai hal yang tidak terlalu penting pula bahkan saya masih dibilang terlalu bandel waktu itu. Saya
juga belum sempat untuk menepati janji saya untuk membahagiakannya. Saya sangat
merasa menyesal kenapa saya baru merasa menyesal ketika semuanya sudah
terlambat? Ketika dia sudah dipanggil oleh yang di atas? Jujur saja andai saya
dapat mengulang waktu saya sangat sangat ingin Oma saya kembali saya ingin
meminta maaf dengannya secara langsung dan menuruti apa yang dia katakan..
Tidak Bandel.. dan membuat Oma saya bahagia.. serta makan bersama dengannya
lagi..
Satu hikmah yang saya
dapatkan setelah kejadian ini. Bahwa kita sebagai manusia tidak akan tahu kapan
Tuhan akan memanggil kita, semuanya akan terjadi begitu cepat begitu saja. Kita
harus benar-benar menggunakan waktu kita karena setiap harinya itu berharga.
Ucapkanlah kata sayang terhadap orang yang kamu sayangi sekarangi. Bahagiakanlah
dia semasa dia masih bisa melihatmu dan bersamamu dan jangan menunda-nunda hal yang
ingin kamu lakukan atau berikan kepadanya. Karena waktu itu sangat berharga..
Kita semua tidak akan pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini..
Don’t waste your time doing things not
Important, but use your time to be with people you love before its too late.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar