Kamis, 19 Juni 2014

If only I could turn back time ..

This is The Last Chinese New Year I could spend with her 
Ini cerita mengenai aku dengan nenekku. Aku menulis cerita ini karena aku sangat terinspirasi dengan beliau dan aku harap ketika aku sudah dewasa aku bisa menjadi orang sepertinya. Neneku bernama Lauw Swie Lan usianya sudah berusia 94 tahun. Dia adalah Ibu dari pihak ayahku. Bagiku dia adalah orang yang sangat tegar dan penyayang. Dari sejak kecil aku sudah hidup bersamanya dan dia sudah membesarkan sehingga sekarang ini berusia 19 tahun. Sejak kecil aku selalu sakit-sakitan sejak lahir aku harus bolak-balik masuk Rumah Sakit sehingga hal ini lah yang membuatku harus dititipkan di rumah Oma ku.  

Ketika aku menginjak usia 5 tahun. Aku bersekolah didekat rumah Omaku dan harus berpisah dengan Papa dan Mamaku. Karena mereka harus sibuk bekerja pada saat itu. Apalagi pada saat itu keadaannya kakak laki-lakiku bolak-balik masuk Rumah Sakit sehingga dia lebih membutuhkan perhatian lebih daripada aku. Walaupun sedikit kesal karena seakan-akan aku dianak-tirikan oleh kedua orang tuaku, pada saat itu aku yang tidak mengerti apa-apa hanya dapat mengikuti kemauan kedua orang tuaku. Lalu sejak saat itu aku selalu bersama Omaku. Sejak kecil dialah yang mendidik dan membesarkanku. Tiap hari aku lalui bersama dengannya dengan Kakek saya juga.

Ketika berusia 13 tahun akhirnya saya dapat berkumpul lagi dengan keluarga saya. Papa, Mama dan Kakak saya akhirnya tinggal bersama-sama didalam rumah Oma dan Kakek. Walaupun seperti itu saya merasa jauh lebih dekat dengan Kakek – Nenek daripada dengan keluarga saya sendiri. Mau bagaimana lagi sejak kecil saya juga sudah bersama-sama dengan mereka sehingga otomatis perasaan saya juga lebih dekat dengan mereka. Tetapi tidak dapat dipungkiri bagaimanapun Papa dan Mama saya adalah orang tua kandung saya kalau tidak ada mereka juga belum tentu ada saya hari ini.

Bertahun-tahun setelah saya lewati dan saya tetap tinggal bersama Oma saya. Ketika saya sedang jatuh sakit Oma saya jauh lebih peduli dan perhatian kepada saya daripada Mama saya. Ketika saya sedang sedih saya juga lebih banyak lebih bercerita kepada Oma saya. Mungkin karena sering menghabiskan waktu bersama hal ini lah yang membuat saya jauh lebih dekat dengan Oma daripada Mama. Bagiku Omaku merupakan seorang Ibu bagiku yang selalu ada disaat aku membutuhkannya.

Ketika saya menginjak usia 19 tahun. Hal ini baru saja terjadi kurang lebih 3 bulan yang lalu sesuatu hal yang sangat saya tidak sangka membuat saya sangat terpukul dan sangat menyesal yang paling dalam dan mungkin hal ini tidak akan bisa saya tebus lagi selamanya. Pada tanggal 24 Febuari 2014 malam hari Nenek saya jatuh sakit secara mendadak, tiba-tiba dia tidak bisa bergerak dan hanya diam saja dikursi tempatnya duduk. Ketika saat itu langsung membawanya ke Rumah Sakit. Lalu pada tanggal 25 Febuari 2014 Dokter baru saja memberikan hasil dari Laboratorium yang sudah diperiksa. Bahwa nenekku sakit Stroke mendadak dan jantungnya lemah. Stroke ini mengakibatkan beliau tidak bisa menggunakan saraf berbicaranya dan kemungkin dia akan lupa mengenai berbagai hal.

Pada hari itu keadaannya sesungguhnya jauh lebih baik daripada keadaannya sebelumnya. Dia sudah bisa membukakan mata dan berbicara seucap walaupun tidak terlalu jelas karena sarafnya sudah terkena gangguan. Pada tanggal 26 Febuari 2014 ketika pada siang hari itu saya mendapatkan kabar yang sangat tidak enak. Ketika itu saya masih berada di kampus karena ada kelas pada pagi itu. Tiba-tiba ketika kelas selesai saya baru sadar bahwa ada 20 missed calls dari Papa. Perasaan saya pada waktu itu tidak enak, pasti ada sesuatu yang hal yang terjadi. Ternyata benar dugaan saya, Papa saya memberitahukan bahwa keadaan Oma sudah parah bahkan sudah tidak sadarkan diri lagi. Pada saat itu saya langsung tergesa-gesa menuju ke Rumah Sakit. Ternyata benar, ketika saya sampai di Rumah Sakit ternyata Oma sudah tidak sadarkan diri, nafasnya pun juga sudah agak susah hanya mengandalkan oksigen yang terpasang di hidungnya.

Dokter waktu itu mengatakan bahwa perubahan keadaan Oma pada saat itu sangat drastis padahal pagi harinya Oma masih bisa makan satu mangkok bubur penuh dan itu habis. Keadaannya pagi ini juga jauh lebih baik tetapi entah kenapa tiba-tiba dia menjadi koma. Siang itu semua anak-anaknya dan cucu-cucunya pada berkumpul satu demi satu membisikan bahwa kita ikhlas bahwa Oma harus pergi meninggalkan kami. Oma pun sempat menunggu anak dan cucunya yang berada di Jakarta. Malam itu ketika anak dan cucunya dari Jakarta sudah datang dan sama untuk membisikkan di telinga Ibunya bahwa mereka ikhlas bahwa Oma akan meninggalkan kita semua dan berjanji untuk menjaga Kakek yang dirumah. Keadaan kakek saat ini juga berbeda dia hanya bisa bedrest saja dan sudah tidak dapat melakukan hal apapun. Maklum usianya pun juga lebih tua yaitu 97 tahun.

Tidak menyangka setelah kami semua memutuskan untuk pulang pada malam itu dan hanya tinggal salah satu anak dan menantunya saja. Omaku meninggalakan kami semua pada malam itu. Kami semua begitu sedih terutama juga saya sendiri. Saya masih merasa bahwa apa yang telah terjadi begitu cepat. Tiba-tiba saja dia hanya meninggalkan kami semua tanpa pesan dan semuanya terjadi secara mendadak.

Pada waktu itu perasaan saya sangat sangat sangatt sangatt menyesal karena sebelum dia meninggal kita sempat berdebat kecil mengenai hal yang tidak terlalu penting pula bahkan saya masih dibilang terlalu bandel waktu itu. Saya juga belum sempat untuk menepati janji saya untuk membahagiakannya. Saya sangat merasa menyesal kenapa saya baru merasa menyesal ketika semuanya sudah terlambat? Ketika dia sudah dipanggil oleh yang di atas? Jujur saja andai saya dapat mengulang waktu saya sangat sangat ingin Oma saya kembali saya ingin meminta maaf dengannya secara langsung dan menuruti apa yang dia katakan.. Tidak Bandel.. dan membuat Oma saya bahagia.. serta makan bersama dengannya lagi..


Satu hikmah yang saya dapatkan setelah kejadian ini. Bahwa kita sebagai manusia tidak akan tahu kapan Tuhan akan memanggil kita, semuanya akan terjadi begitu cepat begitu saja. Kita harus benar-benar menggunakan waktu kita karena setiap harinya itu berharga. Ucapkanlah kata sayang terhadap orang yang kamu sayangi sekarangi. Bahagiakanlah dia semasa dia masih bisa melihatmu dan bersamamu dan jangan menunda-nunda hal yang ingin kamu lakukan atau berikan kepadanya. Karena waktu itu sangat berharga.. Kita semua tidak akan pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini.. 
Don’t waste your time doing things not Important, but use your time to be with people you love before its too late.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar