romance,melodrama
Main Cast :
Park Hye rin
![]() |
| Hyun Joong and Yong Hwa |
Jung Yong Hwa
Other cast :
Kim Hyung jun
Kim Bum
Yuri
Hyo yeon
tiffany/hwang mi young
Rating : -
Summary :
cinta ..
kadang selalu membuat orang menjadi lemah dan tak berdaya
apabila cinta yang datang itu pergi dari hidup kita
kita akan merasa kehilangan dan sedih
tapi kadang cinta itu juga yang menyemangati kita
jika mengingat senyumnya semuanya akan bahagia
cinta memang rumittapi itulah cinta
yang selalu berkehendak lain
cinta itu susah ditebak
kadang bisa buat kita senang
tapi kadang juga malah bisa membuat kita sedih dan jatuh
kadang kita juga menyesalkan ada cinta yang datang tapi malah kita mengabaikannya
setelah dia pergi kita merindukannya
lagi-lagi cinta itu membingungkan
arus'nya susah ditebak
membuat kita selalu hanyut dalam kebimbangan dan kebingungan
untuk memilih bertahan atau melepasnya pergi.
(bingung mau nulis apa di summary'nya, ya udah aku buat aja puisi yang cocok ma FF ini) Maaf kalo ada yang ga nyambung. Mianhae chingudeul =)
STORY :
Pagi itu hye rin sedang bersepeda pagi di taman di pusat kota lalu tiba-tiba sepeda yang ia kendarai tersandung batu dan hye rin pun spontan kaget dan sepedanya pun menabrak tong sampah, ia pun jatuh di rerumputan. Saat itu ada cowok tampan yang sedang jogging pagi, melihat hye rin terjatuh sang cowok tidak diam saja.
"aigo!'' hyerin kesakitan terutama pantatnya. ^^v
"hey, gwaenchana(tdk apa-apa kah)?'' kata cowok itu dengan lembut dan langsung memapah hyerin untuk berdiri.
"ye~ gwaenchanasimnida (tidak apa-apa) gomawoe(trima kasih)'' menunduk kepada cowok itu
''cheonmaneyo(sama-sama), ya~ kakimu terluka?'' memegang kaki hyerin yang berdarah.
'' aigo~'' hyerin kesakitan
'' apakah kau tak tau kalau kakimu terluka?''
''aniyo(tidak)~ aku hanya merasakan sakit di pantatku saja. ''
'' arae(dasar).. lain kali kau harus berhati-hati,arrasoe(mengerti)?''
''ye! arrasoe!''
''nugu gwihaui ileum *nama kamu siapa* ?? ''
'' jeoneon park hye ri imnida,''
''kamu?''
''Yong hwa imnida, kamu umur berapa?''
''16, kelas 2 SMA,kamu''
'' nae dongsaeng .. aku berusia 17 taun ''
''ne~ oppa .'' jwabnya
" aku rasa aku harus pulang sekarang.'' sambil melihat ke arah jamnya
'' garaeyo''
'' senang berkenalan denganmu hari ini, lain kali jangan lupa berhati-hatilah. '' ucapnya seraya meninggalkan hyerin di bangku taman kota itu. Hye rin merasa sangat senang sekali tetapi ia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dirinya, ia hanya merasa nyaman dan bahagia. (diiringi lucky days by SS501)
~~~~~~~~~~
Besoknya di So-dae-mun High School di kelas 11-A1, pagi itu kelas sudah terlihat sudah ramai apalagi hari ini adalah awal dari semester II setelah berakhirnya semester I yang sangat panjang. Kim Hyung Jun sebagai ketua kelas 11-A1 dia akan memimpin anggotanya untuk membangun suasana kelas yang baru.
''Hey, apakah kalian tau bahwa hari ini akan ada murid baru?'' tanya Hyung Jun kepada para anggotanya.
''jinjjaa(benarkah)??'' tanya seorang cowok di kelas itu
''Ye~ tadi wali kelas memberitahuku bahwa kita akan kedatangan murid baru.''
''yeoja atau namja??'' tanya cowok itu lagi
''molla (tdk tahu), kita lihat saja nanti'' jawab hyung jun.
Bel pun telah berbunyi, murid yang berada di luar kelas segera memasuki kelas. mereka takut akan dimarahi oleh wali kelas yang bersangkutan karena setelah libur tahun baru yang lama banyak murid yang malas ke sekolah.
''Beri hormat kepada seonsaengnim!'' seru hyungjun sambil berdiri dan menunduk lalu diikuti oleh murid yang lain.
''Annyeong, kita berjumpa lagi semoga di awal tahun ini kita dapat memulai semuanya dari awal sebelumnya saya ucapkan selamat tahun baru''
''Ye~seosaengnim(guru)!'' jawab para murid.
''Hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Busan.'' menyuruh yeoja itu masuk. '' silahkan memperkenalkan diri''
''Annyeonghaseyo , nae park hye rin imnida. mohon bantuannya.'' sambil menunduk memberi hormat.
''Ne~ Mari kita bersama-sama membangun kelas yang penuh dengan semangat'' ucap Hyung Jun.
''HWAITINGGG(SEMANGAT)!!!!'' ucap semua murid. Seosaengnim hanya terdapat tersenyum melihat tingkah para muridnya.
~~~~~~~~~~
Di Kantin
Hyerin terlihat duduk sendiri menikmati makanannya karena dia murid baru , dia tidak mengenal siapapun. ia hanya duduk sendiri sembari menikmati makanannya
"Ya~ Ngapain kau duduk di sini sendiri?'' tanya hyung jun membuat hye rin kaget dan tersedak
'' UHukk.. uHukk.. '' mengelus-elus dadanya
'' Mian.. Mianhae(maaf) aku tak tau kau tersedak, jeongmal mianhae(benar-benar maaf)'' sambil mengatupkan kedua tangannya.
''Ye~ Gwaenchana.''
''jeongmal?(bernarkah)'' hyung jun memberikan minuman ke hye rin
''ne~'' ucap hye rin seraya mengambil minuman dari tangan hyung jun lalu meminumnya dengan tergesa-gesa. '' kenapa kau bisa disini?'' tanya hye rin
''aku melihatmu di sini sendirian lalu aku bermaksud menyapamu, aku tidak menyangka bahwa kau bakal kaget seperti itu. jeongmal mianhae'' ucapnya dengan rasa bersalah sambil mengelus-ngelus kepalanya.
''gwenchana, namamu siapa??'' tanya hyerin
'' Kim Hyung Jun, aku ketua kelas di kelas kita. Semoga kau senang dapat bersatu dengan murid-murid yang berada di 11-A1 , kelas kita anaknya baik dan asyik-asyik, kau pasti tidak menyesal menjadi bagian dari anak kelas 11-A1. apalagi ketua kelasnya namja setampan aku pasti kelas kita semakin terkenal'' katanya dengan bangga sambil mengedipkan mata.
Hyerin tertawa kecil '' kau bisa saja hyung.. '' terdiam sebentar ''hyung??? aigo~ terlihat aneh jika aku memanggilmu dengan hyung..''
'' yap , teman-temanku pun berkata seperti itu apalagi yang perempuan. kau dapat memanggilku jun, turtle ataupun baby itu adalah nama sebutanku semuanya . ''
'' rasanya lebih bagus memanggilmu dengan sebutan jun dan turtle karena jika baby itu terlalu manis dan lucu untukmu', kalau turtle kurasa itu mirip dengan postur tubuhmu'' ucap hyerin dengan polos tapi dengan menahan senyum
''YAAAA~ Arae.. Ternyata kau diam-diam menghanyutkan. '' kata hyung jun dengan tersenyum lebar.
''Kau berani-beraninya duduk disini? apakah kau tak tau ini tempat duduk kekuasaan kami????'' terdengar suara keributan dari arah belakang meja hye rin dan hyung jun.
''mmiii ... anhae, eonn... '' ucap murid itu seraya pergi meninggalkan perempuan itu dan gerumbulannya.
''siapa mereka?'' tanya hye rin kepada hyung jun
''mereka? tiffany, yuri, hyo yeon adalah mereka itu hanya segerumbul cewek yang merasa diri mereka sangat cantik dan sok berkuasa. '' jelas hyung jun.
''arrasoe'' hye rin pun menoleh ke belakang sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
'' ayo kita kembali ke kelas , aku muak jika ada mereka di sini. '' saat mereka berjalan keluar dari kantin hyung jun bertabrakan dengan seorang cowok.
''ouch,'' ucap hyung jun
''ternyata kamu!'' ujar cowok itu lalu hyung jun melihat ke arah cowok itu.
''Hyung!'' ternyata hyung jun menabrak hyung'nya yaitu YongHwa.
''lain kali kalau berjalan hati-hati, untung saja kau menabrakku coba saja jika kau menabrak orang lain kau pasti akan semakin merepotkan orang lain'' ceramahnya sambil mengambil lembaran-lembaran yang jatuh itu.
'' arrasoe, mianhae hyung. aku benar-benar tidak sengaja tadi. itu lembaran apa hyung?'' hyung jun pun membantu hyung'nya memunguti lembaran itu yang berserakan dari tanah karena ulahnya.
'' itu adalah jadwal pentas untuk grupku. Aku akan menempelnya diseluruh bagian di sekolah ini.''
'' kapan kau akan pentas?''
''Sabtu ini'' YongHwa pun bergegas berdiri lalu dia melihat di sebelah Hyungjun ada seorang yeoja yang daritadi hanya kebingungan menatap mereka berdua.
''ternyata kamu?kenapa kau bisa bersekolah disini dan bagaimana kau kenal dengan nae dongsaeng?'' ucap YongHwa ke Hyerin.
''oppa,ye~ aku pindahan dari Busan.'' menunduk memberi hormat. '' aku kenal HyungJun baru hari ini dia adalah nae chingu dan aku sekelas dengannya.''
''ooh.. ye~ arrasoe. kalau begitu aku lanjutkan dulu tugasku, sampai berjumpa lagi.'' ia tergesa-gesa. lalu tiba-tiba hyungjun menarik tangannya.
'' kau yakin akan masuk ke dalam kantin??? apakah kau tak melihat siapa yang ada di kantin ini??? '' tanya hyungjung sambil tersenyum licik.
'' jangan kau bilang yang ada di dalam adalah trio yeogja yang aku benci..'' tegas YongHwa.
'' kau benar sekali,hyung! 100 untukmu..'' ucap hyungjun seraya meninggalkan YongHwa.
''Ya~ Jakkaman!!! Hyung Jun'' panggil yonghwa
'' ada apa,hyung?'' menghentikan langkahnya.
''kau harus bantu aku, kau tempelkan lembaran ini di bagian kantin, atau kau nanti tidak akan kuizinkan pulang bersamaku atapun untuk berangkat sekolah denganku lagi.''
'' mwo? kau bercanda?garaeyo aku akan melakukannya kuharap hari ini adalah hari terakhir kau menyuruhku untuk menolongmu dari kejaran trio yeogja itu'' ucapnya sambil membuang nafas lalu ia hampir saja melupakan hye rin. ''ah.. kau kembali lah ke kelas dahulu nanti aku akan menyusulmu'' ucapnya lalu mengambil lembaran kertas dari tangan YongHwa.
Mereka pun berjalan-jalan bersama menyusuri korirodor sekolah, saat itu Hyerin ingin mengelilingi sekolah barunya itu. Tetapi dia juga bingung karena masih tidak mengetahui tempat-tempat apa saja yang ada kecuali kelasnya dan kantin.
''Kau mau kemana?'' tanya YongHwa tiba-tiba.
''aku ingin mengelilingi sekolah ini dulu. kau mau kemana, oppa? ''
''aku akan mengedarkan selembaran ini dahulu, apakah kau ingin aku temani?''
''aniyo, biarkan aku sendirian saja kau selesaikanlah tugasmu.''
''kalau begitu aku akan membawamu ke lobbi di sana ada peta sekolah kita, peta itu dapat membantumu.''
''gombawoe-yo'' menunduk memberi hormat lalu mengikuti langkah yong hwa.
''kita sudah sampai, kurasa kita harus berpisah di sini dulu. Annyeong '' yonghwa pun pergi setelah memberi salam kepada hyerin.
Hyerin pun mulai bingung dia harus pergi ke mana sekarang karena selain dia sendirian dia masih belum menghafal tempat-tempat yang ada di sini, lalu ia mulai mengelilingi dari aula , taman , dan ruang musik, tiba-tiba dia mendengar lalunan piano yang sangat merdu ia berusaha mencari-cari berasal darimanakah alunan merdu itu, ia pun memasuki ruang musik disana ia melihat seorang cowok yang tampan sedang bermain piano, namja itu terlihat sangat piawai bermain piano,ia mengetahui lagu yang dimainkan namja itu disaat ia mau menyanyikan lagu itu dan menyapa'nya. Bel pun telah berbunyi sehingga membuatnya harus kembali lagi ke kelas. Di kelas dia berpikir siapa namja itu, kenapa alunan musiknya selalu terngiang-ngiang di pikirannya membuat ia ingin untuk bermain piano kembali. (music : beethoven fur elise)
~~~~~~~~~~~
keesokan harinya karena dia benar-benar sudah penasaran siapa cowok yang memainkan alunan musik itu, ia pun pada saat istirahat kembali ketempat dimana ia menemukan namja yang membuat dia benar-benar merindukan piano. Tapi pada saat istrahat namja itu teryata tidak ada disana, karena melihat piano yang sedang menganggur ia pun mulai mendekati dam memainkan piano itu awalnya jari-jari terasa sangat kaku karena ia sudah bertahun-tahun tidak bermain piano apalgi setelah appa dan omma'nya berpisah. Hyerin mengikuti Appa'nya tinggal di Busan sedangkan omma'nya pergi ke Taiwan karena memang berasal dari sana dan Oppa'nya pun bersama dengan omma'nya. Ia pun melantukan irama-irama piano sembari mengingat masa kecilnya yang bahagia bersama dengan keluarganya. Ia pun tidak menyadari bahwa ada seseorang melihatnya bermain piano.
''Permainan pianomu bagus, tapi pada saat jam istirahat biasanya tempat ini adalah milikku.'' ucap namja itu dengan dingin.
''Mianhae, aku tidak tau karena kemarin aku mendengar permainan pianomu sangat bagus lalu aku berniat untuk menemuimu hari ini tapi saat aku sampai disini ternyata kau tidak ada dan aku melihat piano itu tidak ada yang memainkan. Jeongmal Mianhae.'' menunduk sekaligus merasa bersalah.
''Ye~ sekarang kau bisa pergi.'' ucapnya dengan datar.
''Ne~ sekali lagi mianhae.'' ucapnya lalu pergi meninggalkan namja itu, tapi tiba-tiba namja itu menahannya.
''Darimana kau mengetahui lagu itu? irama piano yang kau mainkan tadi? ''
''Itu adalah lagu kesukaanku waktu kecil, Omma selalu memainkan 'nya disaaat aku lagi bersedih.''
''Ohh.. arrasoe.. sekarang kau dapat meninggalkan ruangan ini.'' ucapnya lagi dengan dingin. Lama-lama Hyerin sebal dengan namja itu karena sifatnya yang egois dan bersikap sesukanya sendiri.
'' Dasar Namja aneh!!!'' gumamnya lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal lalu karena kejengkalannya membuat ia tidakfokus terhadap jalan dan ia pun menjadi ceroboh. menabrak seseorang . . .
''Ouch.. Sakit!'' ujar yeoja itu, yeoja itu pun jatuh di tanah karena sudah ditabrak oleh Hye rin.
''Heh!!! Kau tak punya mata? Apakah kau tak melihat bahwa ada orang di depanmu? '' ujar salah satu temannya. Hyerin pun yang tak sadar bahwa ia menabrak seseorang ia lalu mengangkat kepalanya dan ia merasa bahwa dia sedang dalam bahaya karena dia sudah menabrak 3 Cewek yang merupakan mahkluk yang paling ditakuti di sekolah ini. Ia pun merasa mungkin hari ini adalah hari sialnya bertemu dengan namja yang menyebalkan dan bertemu dengan 3 yeoja yang memiliki tampang malaikat tetapi berhati seperti Iblis.
''Mianhae, aku tidak melihat anda. '' menunduk lagi dan mengulurkan tangannya untuk menolong yeoja yang ditabraknya itu. Tetapi yeoja itu pun terlihat sangat marah ia pun menepis tangan Hyerin dan ia malah meminta bantuan pertolongan dari teman-temannya.
'' HEH!! Punya mata gak!!??!!?? Jalan tuh diliak pake mata jangan pake dengkul.'' Ucap yeoja itu dengan kasar.
''Tapi kan aku tidak sengaja mana aku tau juga kalau di lorong yang sepi ini ada kalian. '' bantah HyeRin.
'' Berani sekali kamu menantang kami??? apakah kau tak mengenali kami? ''
''Siapa kalian?!? Aku tak peduli itu. '' Ujarnya cuek tanpa mempedulikan konsekuensi yang akan terjadi padanya. Hyerin kali ini benar-benar sudah sangat-sangat jengkel, ia tidak mempedulikan kalau hari ini adalah hari perangnya dengan 3 yeoja itu.
'' Leader, rasanya anak ini perlu kita beri pelajaran. Beraninya dia meremehkan kita. '' ujar salah satu temannya terhadap yeoja yang telah Hyerin tabrak. Yeoja yang ditabrak itu adalah Tiffany leader mereka sedangkan Yuri dan Hyo yeon hanya sebagai ekor'nya saja. mereka pun mendekati Hyerin hingga terhimpit diantara mereka bertiga dan tidak dapat bergerak.
''Kau yakin akan berperang dengan kami? '' Tanya Yuri salah satu anggota dari mereka.
''Ya, kenapa tidak? lagian aku merasa aku tidak bersalah buat apa aku harus takut dengan kalian, kalian hanya segerumbul manusiayang tidak berguna dan kurasa bumi ini tidak membutuhkan orang seperti kalian. '' ujarnya pedas dan tatapan matanya pun berubah menjadi sinis. Tiffany yang mendengar bantahan dan kata-kata Hyerin menjadi sangat marah dan ia pun menampar Hyerin. PLAKK!!!
''Yaaa~ Apa yang kamu lakukan??? '' tiba-tiba muncul YongHwa dibelakang yeoja-yeoja itu. Yonghwa pun menarik tangan Hyerin dari antara mereka bertiga.
''Oppa???'' ujar 3 yeoja itu secara bersamaan.
''Apa yang kalian lakukan dengan perempuan ini??? aku melihat tadi Tiffany menamparnya.. '' Yonghwa pun terlihat emosi melihat kelakuan 3 yeoja itu, ''Sudah pergilah kalian atau kalian akan aku laporkan ke Guru.'' Mereka pun pergi tanpa berkata apa-apa tetapi tatapan mereka terhadap Hyerin seolah-olah mengatakan kali ini kau selamat tetapi tidak untuk lain hari.
''Gwaenchana?''tanya Yonghwa kepada Hyerin
''Ye~ Gombawoe, lagi-lagi oppa yang menyelamatkanku. Kamsahamnida. '' jawab Hyerin seraya menunduk sebagai tanda hormatnya.
''Hahaha.. Aniyo.. kebetulan saja aku lewat disini. Sudahlah apakah aku perlu membawamu ke UKS ? Kulihat pipi'mu tampak merah karena tamparan Tiffany tadi.''
''Aniyo, jeongmal gombawoe-yo.''
''garaeyo, sebenarnya kenapa kau tiba-tiba dapat berurusan dengan mereka?? mungkin kau dapat menceritakannya kepadaku ? ''
''itu hanya masalah kecil karena tadi aku menabrak mereka tapi mungkin ini juga salahku karena melawan mereka tadi'nya, mereka sangat menyebalkan sehingga membuat aku tidak dapat menahan emosi ku. ''
''Yah, mereka selalu begitu membuat semua murid di sekolah ini takut dengan mereka, dan selalu saja mereka sok berkuasa di sekolah ini. aku sendiri tidak menyukai mereka. Sudahlah jangan kau pikirkan tentang mereka. Oh ya aku ada minuman ini masih baru kok mungkin kau lebih membutuhkan ini daripada aku.'' Yonghwa pun memberikan minumannya kepada Hyerin, mereka pun sempat bercanda sebentar tanpa mereka sadari bahwa ada tatapan mata dari seseorang. Namja yang bermain piano tadi ia melihat pertengkaran Hyerin dan 3 Yeoja (tiffany,yuri,dan hyoyeon) dari awal hingga akhir. Namja itu hanya tersenyum di ujung bibirnya karena ia baru melihat ada seorang wanita yang begitu berani terhadap 3 Yeoja itu. Ia pun bergumam pelan ''Cewek itu aneh tetapi dia sangat lah berani'' Ia pun kembali memasuki ruangan'nya dan meninggalkan yonghwa dan hyerin di lorong itu.
~~~~~~~~~
Saat itu Hyerin baru pulang sekolah ia berjalan dengan santai kali ini ia mencoba jalan yang melewati pantai walaupun ia harus berjalan agak jauh agar ia sampai ke rumahnya sembari menikmati pemandangan indah di kota Seoul, ia pun melewati pantai namun di pantai itu ia melihat ada seorang namja yang ingin menuju ke tengah laut karena Hyerin panik dan mengira bawha namja itu bakal bunuh diri di pantai itu. Ia pun tanpa pikir panjang berlari menuju arah namja itu yang semakin menengah ke tengah pantai.
''Ya!!! Jakkawa!! Apa yang kau lakukan??? Jangan ke tengah pantai!!'' Teriak Hyerin ke namja itu, tetapi karena suara arus air yang begitu deras namja itu tidak mendengarnya Hyerin pun semakin menyusul ke tengah pantai dan menghampiri namja itu namun ia telah melangkah terlalu jauh karena air laut semakin mendalam.
''Hey! ngapain kamu?'' ucap namja itu menoleh ke arah belakangnya, ia meliha yeoja itu mulai tenggelam dan dia pun menyelamatkan yeoja itu membawanya ke tepi pantai. "Hey.. sadarlah'' menampar pelan pipi kiri-kanan Hyerin. Hyerin sempat membuka matanya sebentar lalu ia pun pingsan.
~~~~~~~~
Hyerin mulai membuka matanya pelan-pelan lalu melihat sekelilingnya , ia heran ia berada di kamar yang bukanlah kamarnya. Ia mulai bangun dan berdiri lalu melihat sekitar kamar itu dan ia melihat ke cermin lalu ia mulai sadar bahwa ia sudah tidak memakai seragam lagi, ia pun heran karena ia merasa tidak memiliki baju itu selain karena kebesaran, baju itu pun terlihat seperti ahjuma-ahjuma (bibi) Dia pun mencoba mengingat-ingat kenapa ia sekarang bisa berada di kamar ini, ia sadar bahwa tadi dia ingin menyelamatkan seseorang yang ingin bunuh diri di pantai tetapi ia sendiri malah yang tenggelam dan sebelum ia berada di kamar ini, ia sempat melihat ada namja yang menolongnya. Ia sangat kaget dan tiba-tiba langsung pucat karena dia takut sudah diapa-apain sama namja yang meyelamatkan dia itu karena dia sudah tidak memakai seragam lagi, pikirannya pun menjadi sangat negatif lalu tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke kamar yang ditempati oleh Hyerin, namja yang menyelamatkannya tadi.
''kau! ternyata kau namja yang menyelamatkan aku tadi. siapa sebenarnya kau, kenapa kau membawaku ke tempat ini? apa maumu?'' tanua Hyerin dengan nada marah tetapi namja itu hanya diam saja lalu semakin mendekati Hyerin. Hyerin pun semakin panik, ''Mwo? Apa maumu?'' Namja itu pun semakin mendekati Hyerin hingga Hyerin pun mundur dan duduk di ranjang yang ada di kamar itu dan dia pun semakin panik. '' jangan kau macam-macam!! kalau gak.. a.. ku.. bakal memukulmu.'' ancamnya namun namja itu semakin mendekat lagi ternyata dia malah melempar handuk ke muka gadis itu.
''Heh.. Siapa juga yang mau berbuat macam-macam sama kamu! Yeoja kayak kamu itu kurang menarik untukku. Adanya nanti aku yang rugi deket-deket sama kamu.'' ujar namja itu dingin.
''lalu kenapa aku bisa berpakaian ini? mana seragamku? apa yang kau lakukan padaku?'' balas Hyerin
'' kau pikir kenapa kau bisa berada di rumah ini?'' ujar namja itu dingin.
'' karena kamu . '' jawabnya polos.
'' Hmm.. kau menyusahkan sekali coba ingat-ingat.. ''
'' yang aku ingat hanya ada namja yang menolongku tadi lalu aku sudah tidak ingat apa-apa lagi, oh ya kamu belum jawab pertanyaanku , kenapa aku berpakaian seperti ini ? '' tuntut'nya.
'' baju ini milik eomma ku , kau tadi pingsan. Dan satu pertanyaan kenapa kau tengah laut padahal kau sendiri tidak dapat berenang??''
''karena tadi aku melihat seorang namja yang ingin bunuh diri di tengah-tengah laut itu, emm.. sebentar kurasa namja itu mirip sekali denganmu.'' Ujar Hyerin sembari mengingat-ingat kejadian tadi siang, lalu namja yang di depannya itu tiba-tiba tertawa keras dan membuatnya menjadi bingung. ''Hei, kenapa kau tertawa? ada yang lucu?''
'' aniyo, hanya kau pabo.. yeoja pabo(perempuan bodoh)!'' namja itu pun tertawa lebih keras daripada sebelumnya namun ia melihat wajah Hyerin berubah menjadi marah alias sebal sekali rasanya dikerjai sama cowok ini. '' Aniyo~ Bercanda masa segitu aja sudah ngambek? tadi aku hanya ingin berenang lagian aku ini pinter berenang jadi aku tidak mungkin mati di laut, lagian buat apa juga aku bunuh diri malahan aku kira kau menyumbang nyawa untuk laut.'' jelas namja itu tetapi kali ini ia berusaha menahan tawa.
''Ye~ arrasoe-yo. Mianhae aku kira kau bakal bunuh diri.''
''Hahahaha.. Gwaenchana-yo. Keringkan rambutmu lalu kau keluar untuk makan bersama-sama dengan kami. ''
''Jakkawa~ Aku masih belum tahu nama kamu siapa?''
''Hyun Joong imnida, kau?''
''Hyerin imnida.''
''Ye~ ayo. sudah cepat keluar kalau rambutmu sudah kering nanti aku akan mengantarmu pulang setelah makan malam berakhir.''
''Ye~ Gomaptahamnida. Emm.. sebelum kau keluar bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?''
''Ne~ Mwo?''
''Kenapa kau bersikap sangat dingin tadi di ruang musik saat kau bermain piano?''
''OOhh.. aku hanya tidak suka ada orang lain yang bermain di tempat itu, karena tempat itu adalah tempat favoritku tapi lain kali kurasa kita dapat bermain piano bersama, permainanmu bagus dan aku juga menyukai permainanmu yang tadi.'' ujarnya ramah dan penuh senyuman tidak seperti tadi pagi di sekolah yang begitu dingin dan angkuh.
''OOh.. begitukah? arrasoe-yo.''
''Garaeyo~ aku keluar dulu ya.'' ucap Hyun Joong lalu menutup pintu itu. Hyerin pun heran ternyata namja yang ia kira begitu menyebalkan ini ternyata adalah orang yang sangat baik tidak seperti yang ia pikirkan sebelumnya.
~~~~~~~
Ruang Makan
Hyerin duduk di meja makan keluarga Hyun Joong, ia menatap sekelilingnya rumah milik Hyun Joong ini cukup besar, ia pun berpikir apakah Hyun Joong hanya tinggal di sini sendirian saja. Hyun Joong pun tiba-tiba mendengar suara seperti arus air yang cukup keras. Ia bingung padahal rumahnya tidak dekat dengan sungai.
'' Apa kau mendengar suara itu?'' tanya Hyun Joong
'' Itu suara perutku,baegopeuda(lapar)'' Hyerin pun memegangi perutnya yang terdengar seperti arus air itu.
'' Baiklah, ayo kita mulai makan dulu. Ahjumma tolong siapkan makan malam . '' perintahnya kepada ahjumma (bibi)
'' Tidak menunggu saudara-saudaramu, hyun?'' tanya ahjumma itu.
'' Aniyo, mungkin mereka sudah makan diluar.''
'' Aku pulang. '' Ujar namja yang tiba-tiba masuk.
''mereka sudah pulang hyun.'' jelas ahjuma itu.
''Garaeyo. Kita dapat memulai makan malam ini.''
"Hai,hyung ''
'' Apakah kau bersama dengan dia?''
'' Ya, tadi aku memintanya menjemputku di rumah temen ku, Hey? Itukan Hyerin ? Kenapa kau dapat bersamanya??'' Tanya Hyung Jun yang kebingungan lalu ia pun bertanya ke Hyerin '' Kenapa kau ada di rumahku?''
'' Ceritanya panjang,jun'' lalu seteah Hyung Jun masuk, ia disusul oleh namja yang Hyerin kenal. Mereka berempat saling memandang dan kebingungan. Apalagi Hyerin sekarang ia sangat bingung sebenarnya apakah hubungan antara Hyung Jun, Hyun Joong dan Yonghwa.
'' Oppa'' Ucap hyerin yang sedikit kaget, kenapa sekarang mereka semua berkumpul di satu tempat yang sama.
'' Hyerin, kenapa kau ada disini?'' tanya YongHwa
'' Panjang sekali ceritanya, dan kenapa kau sendiri ada disini? apakah kau pulang bersama Hyung Jun?''
'' Ye~ aku pulang bersama dia hari ini. Ini adalah rumahku.'' Tiba-tiba Hyun Joong yang sedang duduk, berdeham lalu ia pun mulai berbicara '' Ayo lebih baik kita mulai makan malam saja dulu, sebelum makanan ini menjadi dingin dan aku sudah sangat lapar, begitu pula dengan kau kan Hyerin?'' Ucap Hyun Joong yang membuat seluruh ruangan makan itu hening dan muncul banyak pertanyaan di Kepala Hyerin. 'sebenarnya apa hubungan mereka? kenapa mereka tinggal serumah? apakah mereka satu keluarga?' Hyerin pun baru menyadari bahwa muka Hyun Joong dan Yonghwa ada kemiripan. Yah dibilang hampir sangat mirip seperti anak kembar hanya ada sedikit perbedaan dari muka mereka, mata Hyun Joong lebih lebar daripada mata Yonghwa dan rambut mereka yang membuat mereka terlihatlah sangat berbeda. Setelah makan Hyerin menceritakan kepada YongHwa dan Hyung Jun kenapa ia bisa berada di rumah mereka. Mereka pun sangat paham lalu. . .
'' Hyerin, jika kau sudah selesai berbicara dengan mereka, aku akan mengantarmu pulang. '' kata Hyun Joong
'' Tidak usah Hyun, lebih baik aku saja yang mengantarkannya. kau lebih baik istirahat saja. '' Yonghwa pun menawarkan diri tapi Hyun Joong tidak mau kalah , akhirnya mereka pun berselisih paham dan bertengkar.
'' Ya~ Sudah.. lebih baik aku pulang sendiri saja aku dapat memanggil taksi sendiri.'' Hyerin terlihat marah karena tingkah laku Yonghwa-Hyun Joong yang ia pikir sangat kekanak-kanakan.
'' Jakkawa~ Kau pulang bersamaku saja tidak baik yeoja seperti kamu pulang sendiri apalagi malam-malam seperti ini. '' ucap Hyung Jun yang memecahkan pertengkaran diantara Yonghwa-Hyun Joong. tanpa menunggu persetujuan dari dua Hyung'nya itu, ia langsung menarik tangan Hyerin dan mengambil kunci mobil, Hyung Jun dan Hyerin pun meninggalkan ruman itu. Yonghwa dan Hyun Joong hanya diam sesaat lalu mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
~~~~~~~
Di mobil
'' Jeongmal mianhae, sikap Hyung'ku sangat lah terlalu kekanak-kanakan, Jeongmal mianhamnida'' ucap Hyung Jun berkali-kali di dalam mobil. Hyerin tampak sebal karena perbuatan Yonghwa-Hyun Joong padahal ia mengira bahwa kedua namja itu dewasa, karena sikap mereka berdua terhadap Hyerin. Ternyata mereka terlalu bersikap kekanak-kanakan bahkan ia mengira bahwa Hyung Jun yang bersifat kekanak-kanakan malahan ia bersikap dewasa di saat seperti tadi.
'' Gwaencaha-yo, sebenarnya kalian ini satu keluarga?? '' tanya Hyerin.
'' Ne~ kau pasti heran kenapa kedua hyung'ku bersikap seperti itu, walaupun mereka kembar tetapi mereka memiliki sifat yang sangat berbeda, sebenarnya dulu mereka sangatlah akrab, aku sangat ingat waktu aku kecil mereka berdua selalu mengerjaiku bersama-sama sehingga aku sangat sebal dengan mereka berdua. tapi.. ''
''wae? kenapa kau berhenti ? lanjutkan saja critamu. aku akan mendengarkannya.''
'' Sejak yonghwa mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu, orang tuaku sangat lah menyalahkan Hyun Joong karena dia sebagai hyung tertua tidak dapat menjaga dongsaengnya.'' Hyung jun pun mendesah, terlihat dari raut wajahnya yang berubah menjadi sedih.
'' Memangnya kecelakaan apa yang terjadi, jika aku boleh tahu." ujarnya pelan takut membuat Hyung Jun tersinggung.
'' Waktu itu kita sekeluarga berlibur di jeju island, tapi alangkah buruknya liburan itu malahan membuat malapetaka buat keluarga kita, saingan bisnis appa'ku berniat buruk terhadap kami. Ia menyuruh anak buahnya menculik kami tetapi saat itu anak buahnya hanya dapat menculik kami berdua (aku dan Yonghwa) karena saat itu Hyun Joong tidak ikut bermain-main bersama kami di luar rumah. Appa - eomma saat itu mereka sedang menemui rekan bisnisnya di pulau itu, sehingga mereka meninggalkan kami di rumah bertiga. Hyun Joong saat itu sudah mengingatkan agar kami tidak bermain di luar rumah, tetapi karena kami saja yang terlalu bandel sehingga nasehat Hyun Joong pun kami mengabaikannya, dan penculik itu pun menculik kami berdua tapi saat itu Hyun Joong hanya dapat menyelamatkan aku saja, sedangkan Yonghwa tetap dibawa penculik itu. Padahala aku tau bahwa saat itu Hyun Joong sudah sangat berusaha agar kami berdua selamat tetapi karena saat itu ia juga terluka,para penculik itu menggoreskan pisau di tangannya. Ia pun tak berdaya. '' jelas Hyung Jun panjang lebar.
'' Maka sejak saat itu hubungan mereka menjadi memburuk?''
'' Benar, sejak saat itu appa dan eomma selalu menyalahkan Hyun Joong, karena tidak bisa menjaga dongsaeng'nya padahal aku tau bahwa hyung'ku itu tak bersalah dia sudah berusaha untuk menyelamatkan kami, dia sendiri pun sudah terluka saat itu. Aku sangat menyesali kejadian itu coba saja saat itu aku dan yong hwa mendengarkan perkataan Hyun Joong mungkinsekarang hubungan mereka tidak akan seperti ini.'' raut wajahnya berubah menjadi sedih dan menyesal.
'' Sudahlah kau jangan merasa bersalah seperti itu, aku yakin suatu saat mereka pasti dapat akrab lagi seperti waktu kalian kecil. Apakah Yong Hwa membenci kembarannya sendiri?''
'' Aniyo, Yong hwa pun sudah berusaha mendekati Hyun Joong tetapi Hyun Joong selalu bersikap dingin kepadanya, mungkin karena kejadian saat itu, uri appa eomma sangat menyayangi Yong Hwa dan membuat Hyun Joong menjadi iri, karena sering kali eomma selalu mengatakan bahwa Hyun Joong adalah benalu dalam keluarga kami. Padahal dia tidak seperti itu.. aku sungguh merasa bersalah karena Hyun Joong menyelamatkan ku dahulu sehingga YongHwa diculik oleh para penculik.'' Hyung Jun menjadi sangat sedih dan mulai menangis, mereka pun berhenti di tengah jalan karena Hyung Jun sudah tidak tahan lagi , ia merasa sangat bersalah karena perpecahan hubungan persaudaraan mereka.
'' Jun, sudahlah, kau jangan menangis seperti ini. Mana dirimu yang selalu tersenyum dan menghibur orang lain? ini bukan Jun yang ku kenal, Hyung Jun yang kukenal tidak selemah ini. Dia selalu tersenyum dan ceria. '' Hyerin pun berusaha menghibur Hyung Jun agar dia tidak terlalu larut dalam kesedihannya. '' Jun, aku tau perasaanmu. Tapi percayalah padaku bahwa mereka pasti akan bersatu lagi. Aku akan membuktikannya padamu. Percayalah padaku, Jun.'' Akhir Hyerin. Hyung jun pun menatap Hyerin lalu mengangguk yakin.
''Gomapta-hamnida, hyerin. Kau memang teman terbaikku.'' Hyung Jun pun menhapus air matanya dan meneruskan perjalanannya untuk mengantarkan Hyerin pulang, Hyerin merasa bahwa Hyung Jun yang terlihat selalu ceria ternyata ia bukanlah seorang namja yang kuat. Ia begitu rapuh.
~~~~~~~~
Yong Hwa terlihat sangat sebal sekali dengan kembarannya, ia heran kenapa kembarannya itu selalu bersikap dingin kepadanya. Bukan kali ini saja mereka bertengkar seperti ini bahkan sudah dibilang lumayan sering mereka selalu bertengkar karena hal kecil cuman kali ini Yong Hwa merasa Hyun Joong sangat keterlaluan apalagi dia bersikap seperti itu di depan Hyerin. Apa yang harus dia katakan jika bertemu dengan Yeoja itu? Ia merasa sangat malu karena kejadian tadi itu terlalu seperti anak kecil.
Hyun Joong , ia merasa sangat sebal dengan Yong Hwa gara-gara Yonghwa pasti Hyerin merasa bahwa dia tidak bisa bersikap selayaknya anak remaja yang mulai dewasa. Entah kenapa Hyun Joong merasakan ada sesuatu di diri Hyerin yang membuat dia merasa nyaman dekat dengan Yeoja ini. Hyun Joong pun melupakan kejadian pertengkarannya dengan Yong Hwa. Ia pun mulai memikirkan Hyerin. 'sedang apa yah hyerin saat ini? apakah Hyung Jun mengantarkan'nya dengan selamat? atau jangan-jangan mereka tidak pulang tetapi mereka berdua'an dahulu. kenapa hingga saat ini Hyung Jun belum kembali?' berjuta pertanyaan muncul di benak Hyun Joong. Ia merasa sedih jika ia harus bersaing mendapatkan Hyerin dengan adik kecilnya itu tetapi jika ia harus bersaing dengan Yong Hwa untuk mendapatkan Hyerin. Dia akan berusaha tetapi jika Hyung Jun menyukai Hyerin, mungkin ia akan mundur lalu dia memilih untuk menunggu Hyung Jun pulang.
Hyung Jun pun sudah kembali di rumah pukul 22.30 malam, ia langsung memasuki kamarnya. Hari ini dia merasakan sangat lega karena ada teman yang mau mendengarkan keluhan tentang saudaranya. Ia merasa Hyerin seperti malaikat di dalam keluarga ini tetapi dia tidak memiliki perasaan khusus terhadap yeoja itu kecuali sebatas sahabat. Hyung Jun pun memasuki kamarnya, ia begitu terkejut ia mendapati Hyun Joong sedang di kamarnya dan menunggunya.
'' ada apa,hyung?'' tanya Hyung Jun sedikit gugup.
'' apakah kau menyukai hyerin?'' tanya Hyun Joong.
'' A.. Aniyo~ kenapa kau berpikir seperti itu,hyung? aku tidak mungkin menyukainya bagiku dia seperti saudaraku sendiri. dia adalah teman baikku.'' jelas Hyung Jun.
'' kau yakin bahwa kau tidak memiliki perasaan yang special kepadanya?''
'' Tidak, Hyung. Kau tenang saja dongsaengmu ini tidak mudah untuk jatuh cinta. Percayalah padaku, Hyung. Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? tidak seperti biasanya.. apakah kau yang menyukai Hyerin?'' Hyung Jun pun bertanya balik ke Hyun Joong.
'' Ha? aniyo~ mana mungkin aku menyukai gadis sepertinya.. sudahlah aku jangan berpikir aneh-aneh. Aku akan kembali ke kamarku. Annyonghi Jumuseyo dongsaeng '' ujar Hyun Joong lalu meninggalkan kamar itu.
'' Hyung aneh sekali hari ini.'' ucap Hyung Jun lalu ia pun lekas untuk tidur.
~~~~~~~
Keesokan harinya Yonghwa berusaha mencari-cari Hyerin untuk mejelaskan kejadian semalam yang mungkin terlihat sangat aneh di mata Hyerin, entah mengapa YongHwa merasa bahwa ia mesti mencari Hyerin . Ia tidak ingin terjadi salah paham diantara mereka apalagi kemarin memang Hyerin adalah tamu'nya Hyun Joong tidak sepatutnya dia bersikap seperti itu meskipun ia mengenal Hyerin lebih dahulu. Ia pun bertemu dengan Hyerin lalu menjelaskan kejadian kemarin malam ternyata Hyerin mengerti kondisi kemarin, ia tidak marah lagi malahan dia menjadi kasihan dengan nasib persaudaraan tiga bersaudara itu.
Hyerin pun setelah bertemu dengan Yonghwa , ia mencoba untuk mendekati Hyun Joong karena ia sudah berjanji kepada Hyungjun bahwa dia bakal membantu kakak kembarnya itu agar mereka menjadi akrab lagi.
'' Annyeong, hyun oppa '' hyerin pun menunduk memberi hormat kepada Hyun Joong seperti biasa Hyun Joong sedang asyik bermain piano di saat jam istirahat.
'' Annyeong,hyerin.'' menunduk juga. '' Bagaimana kabarmu? Soal kemarin, jeongmal jweisong hamnida.'' ujar Hyun Joong mencoba meminta maaf atas kejadian kemarin malam.
''gwaenchana, oppa. aku tidak mempermasalahkan lagi kok kejadian kemarin, biarkalah yang berlalu sudah berlalu.''
''Ne~kamsahamnida, apa yang kau lakukan disini? apakah kau ingin bermain piano?'' tanya Hyun Joong.
'' Hmm.. boleh.. kalau kau tidak memakai'nya, mungkin kita juga bisa bermain piano bersama-sama apalagi lagu yang kemarin.'' Hyerin mengajukan mereka agar bermain piano bersama-sama ternyata Hyun Joong tidak menolak'nya mereka pun berduet bermain piano dengan sangat indah, lalu setelah mereka setelah menyelesaikan satu lagu itu mereka bercerita tentang bagaimana mereka bisa sangat menyukai bermain piano. Hari ini mereka sangatlah terlihat bahagia , bisa bersama-sama dan menceritakan kehidupan mereka awal mereka menyukai bermain piano.
''Hey, apakah kau nanti mau kuantar pulang?'' tanya Hyun Joong saat bel tanda masuk berbunyi dan Hyerin ingin segera meninggalkan tempat itu. Hyerin pun mengangguk setuju. Hyun Joong tampak bahagia dengan jawaban itu.
~~~~~~~
4 bulan kemudian
Saat- saat seperti ini lah yang membuat para murid cemas karena Ujian kenaikan kelas akan berlangsung, semuanya rajin belajar agar mereka tidak ikut remidi dan bisa naik dengan hasil yang memuaskan. Begitu pula yang terjadi di Hyerin, dia sangat bersemangat agar dapat hasil yang memuaskan pada saat kenaikan kelas nanti. Hubungannya pun dengan Yonghwa,Hyun Joong,dan Hyung Jun semakin baik. Ia merasa semakin dekat dengan mereka bertiga apalagi Hyung Jun adalah teman sekelasnya, mereka selalu saling membantu apalagi Hyung Jun termasuk anak yang pintar.
Pernah suatu kali Hyerin ke rumah Hyung Jun untuk menanyakan tentang pelajaran yang tidak dia mengerti. Tetapi saat itu Hyung Jun sedang tidak ada di rumah, akhirnya dia bertemu dengan Yong Hwa. Akhirnya Yong Hwa lah yang membantunya. Ia berpikir bahwa 3 kakak-adik ini sangatlah pintar. Mereka memiliki kelebihan masing-masing apalagi Yonghwa dan Hyun Joong mereka sama-sama memiliki bakat di dalam musik. Hyerin merasa sangat menyesal kenapa mereka tidak dapat bersatu jika mereka bersatu, Hyerin yakin bahwa pasti mereka akan menjadi terkenal. Dia pun tidak lupa janjinya kepada Hyung Jun untuk mempersatukan Hyung'nya. Tapi hingga sekarang ternyata sangat susah untuk membuat mereka bersatu, karena mereka selalu menghindar satu sama lain. Hyerin berharap suatu hari nanti dia dapat mempersatukan mereka kembali.
Akhirnya masa-masa Ujian sudah berakhir, Hyerin pun terasa sangat bebas karena tidak usah belajar lagi. Namun ia masih harus menunggu hasil dari Ujian itu dan dia berharap bahwa ia berhasil karena ia tidak ingin untuk mengulang ujian lagi.
'' Ah.. Hyerin-sshi. Bagaimana dengan hasil ujian'mu? bagus kah?'' tanya Yong Hwa yang kebetulan bertemu dengan Hyerin di perpustakaan.
'' Molla oppa, doakan saja aku dapat hasil yang memuaskan. Bagaimana dengan kau?''
'' Yah kurasa aku dapat mengerjakannya dengan baik, semoga saja hasilnya juga dapat memuaskan.''
'' Semoga saja, apa yang sedang kau lakukan di sini? '' tanya Hyerin
'' aku sedang mencari buku-buku lama tentang musik dan kau? '' ujarnya sanbil mencari-cari buku yang ia butuhkan.
'' Aku tidak tau mau berbuat apa, rasanya jantungku berdebar menunggu hasil pengumuman tidak ingin berbuat apa-apa,oppa.''
'' Ah.. baiklah .. Mungkin setelah aku menemukan buku yang kucariaku akan menemanimu, mungkin kita bisa mengobrol atau makan di kantin?''
'' Apakah tidak merepotkan ,oppa? aku ini selalu membuatmu kerepotan, mianhae oppa ''
'' aniyo~ kau janganlah berpikir begitu. Sudahlah kau mau kemana setelah ini? '' Yonghwa sudah menemukan buku yang dia cari.
'' terserah oppa.''
'' Ah.. sudahlah jangan kau bersedih terus, setidaknya tersenyumlah di depanku aku paling tidak suka melihat yeoja yang sedih. Lebih baik kita ke kantin saja, aku sudah lapar ini.'' ucap Yonghwa dan memegang perutnya yang lapar. akhinya mereka pun pergi ke kantin bersama-sama. Mereka becerita tentang banyak hal.
'' Oppa, setelah ini kau akan melanjutkan ke universitas mana??'' tanya Hyerin.
'' aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan ke sekolah musik, 1 minggu lagi aku akan berangkat setelah hasil pengumuman kenaikkan kelas.'' jawab YongHwa.
'' Jinjja? Jauh sekali oppa.. '' Entah kenapa Hyerin sangat kaget saat itu, ia menjadi sedih bahwa sebentar lagi dia tidak akan bertemu lagi dengan YongHwa.
'' Yah begitulah. ''
'' Sampai kapan? apakah kau tidak akan kembali lagi ke Seoul? ''
'' Mungkin jika aku sukses disana aku tidak akan kembali lagi ke Seoul. '' jelas YongHwa lalu ia melihat bahwa mimik muka Hyerin berubah menjadi sedih ia langsung mengubah perkataannya '' Aku pasti akan kembali lagi tapi aku tidak tau akan menetap disini atau tidak, kita lihat saja nanti. Jika kau membutuhkanku kau dapat mengirimkan aku email, aku pasti akan segera membalasnya.''
'' Ye~ Oppa. Kurasa aku akan..... '' Hyerin diam dan tak melanjutkan perkataannya.
'' kau akan apa? '' tanya YongHwa
'' Emm.. ku.. rasa tidak ada lagi yang dapat selalu membantuku. '' ujar Hyerin berusaha menutupi kebenaran yang terjadi.
'' Tenang saja, pasti banyak yang akan menolongmu dan membantumu. kau adalah orang yang baik pasti banyak orang yang mau membantumu.'' ucap Yonghwa lalu mengacak-acak rambut Hyerin dengan lembut.
'' Aigo~ oppa. membuat rambutku berantakan saja. Kurasa aku akan kembali ke kelas, menunggu hasil ujianku. Bye. Oppa.''
'' Secepat itu kah? kau tidak ingin menghabiskan makananmu dahulu?''
'' Aniyo.. aku sudah kenyang. Selamat tinggal oppa. '' Hyerin pun langsung meninggalkan Yonghwa padahal namja itu belum selesai berbicara dengannya, entah kenapa perassan Hyerin langsung berubah menjadi sangat sedih setelah mendengar bahwa YongHwa akan pergi. Saat ia kembali ke kelas hasil ujian sudah tercantum ia tidak perlu mengikuti ujian perbaikan lagi. Ia menyelesaikan semua ujiannya dengan baik. Tapi perasaannya bukan senang tapi entah kenapa ia sedih menjadi sangat sedih lalu saat dia ingin pulang dia bertemu dengan Hyun Joong dan namja itu mengajaknya ke suatu tempat.
'' Hyerin? ikutlah denganku ada yang ingin kubicarakan.'' Hyun Joong mengajak Hyerin pergi ke sebuah cafe disana mereka pun mengobrol sebentar padalah Hyerin sudah tidak mood untuk berbuat apa-apa karena perasaannya sedang sedih.Ia benar-benar tak tau apa yang terjadi dengan dirinya. '' Aku akan ke German minggu depan. '' Hyerin pun ternyata sedang hanyut dalam pikirannya sendiri. '' Hyerin? apakah kau mendengarkanku?'' tanya Hyun Joong.
'' Ye~ hyun oppa. Mianhae aku tidak mendengarkanmu dapatkah kau mengulanginya lagi?''
'' Aku akan ke German minggu depan.'' Hyun Joong menjelaskan kembali kepada Hyerin, Hyerin terlihat sedikit kaget.
'' Jinjja??? '' Hyerin terlihat bingung.
'' ne~ aku akan melanjutkan sekolah pianoku, aku harap di saat terakhir kau dapat menemuiku di bandara. aku ingin memberitahumu sesuatu.''
'' kapan kau akan kembali?'' tanya Hyerin tanpa menjawab pertanyaan Hyun Joong yang terakhir.
'' Secepatnya aku akan kembali.'' jawab Hyun Joong ' aku tidak dapat meninggalkanmu lama-lama Hyerin.' ucapnya dalam hati.
'' Baiklah. ''
'' aku harap kau dapat menemuiku di bandara di hari terakhir.'' Hyerin hanya mengangguk pikirannya kacau. '' aku akan mengantarmu pulang, kau terlihat pucat hari ini, pulanglah dan beristirahatlah.aku tidak ingin melihatmu sakit'' Hyerin hanya menurut saja dengan perkataan Hyun Joong. Hyun Joong pun mengantarkan dia sampai rumahnya, Hyerin terlihat aneh hari ini begitulah pikiran Hyun Joong.
~~~~~~~~
Hyerin hanya bingung, bingung yang terjadi dengannya ini sudah seminggu dia hanya berada di rumah. Karena dia tidak mengikuti ujian perbaikkan berarti ia libur. Ia hanya berada di rumah seminggu ini, ia masih hanyut dengan perasaannya. Ia sedih bahwa Hyun Joong dan Yong Hwa akan meninggalkan dirinya. Ia panik dan bingung untuk berbuat apa. Hari ini mereka akan berangkat ke luar negeri. Hyerin masih bingung ia belum dapat memastikan perasaannya sendiri terhadap Yong Hwa dan Hyun Joong. lalu hape'nya berdering tanda ada sms masuk, sms itu dari Hyung Jun dia bilang bahwa kedua kakaknya akan berangkat hari ini dan dia juga berharap Hyerin dapat kesana. Hyerin semakin bingung. ''Ottokhe'yo? apa yang harus aku lakukan ? sebenarnya ada apa denganku? kenapa tiba-tiba dadaku sesak, aku ingin menangis. Wae-yo??? '' ia bergumam sendiri dan akhirnya ia menangis karena perasaanyayang begitu kacau. Hingga hati nuraninya pun memberitahunya 'kau mencintai YongHwa, temui dia. Sebelum dia pergi. Beritahu dia perasaanmu yang sebenarnya' Hyerin pun sadar, ia lekas mandi dan bergegas untuk ke bandara menemui YongHwa.
Di bandara
Hyerin berlari menyusuri bandara, ia pun melihat jadwal keberangkatan ke Amerika. Jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 09.50 padahal pukul 10.00 pesawat ke Amerika akan berangkat. Waktunya hanya kurang 10 menit lagi, ia berharap ia sempat bertemu dengan Yonghwa. Ia berlari dan terus berlari lalu ia bertemu dengan Hyung Jun.
'' Jun-ah, dimana Yonghwa Oppa'' ujarnya dengan nafas tersengal-sengal.
'' Ambil nafas dulu,hyerin. Dia sudah masuk ke dalam. apakah .. '' sebelum Hyung Jun menyelesaikan perkataannya, Hyerin sudah berlari lagi mencoba menyusul YongHwa. '' ada apa dengan Hyerin? aku hanya ingin memberitahukan bahwa Hyun Joong menunggunya. Ya sudahlah aku tidak ikut campur masalah mereka.''
Hyerin berusaha mengejar YongHwa, tetapi saat ia memanggil nama YongHwa namja itu tidak mendengarnnyamungkin karena suara di badnara saat itu saat bising sekali. Hyerin berusaha mengejar dan ia tetap meneriaki nama YongHwa tapi namja itu tak mendengarnya dan YongHwa pun masuk ke pesawatuntuk berangkat. Hyerin pasrah, ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Ia sedih di saat-saat terakhir ini dia tidak sempat memberitau perasaannya yang sesungguhnya kepada YongHwa. ia sangat menyesal kenapa dari dulu ia menyadari bahwa dia memang menyukai Yonghwa. namun setelah namja itu pergi. ia baru menyadari perasaannya yang sesungguhnya kepada namja itu. Kini namja itu telah pergi, ia hanya berharap suatu hari nanti dia diberi kesempatan untuk mengutarakan perasaannya ini kepada Yonghwa.
Di sisi lain Hyun Joong daritadi menunggu Hyerin, namun yeoja itu tak kunjung datang. Ia merasa sedih dan sekaligus kecewa. Ia pun memasukan kalung yang dibelinya ke wadah'nya. 'Mungkin sekarang aku tidak dapat memberikan kalung ini kepadamu. Tapi aku harus memberikannya kepadamu. Aku Mencintaimu, Hyerin. Aku akan segera kembali.' Ucap Hyun Joong di dalam hati lalu ia pun masuk ke dalam pesawat.
cinta itu bukan menunggu seperti patungtidak tau apa yang harus ditunggu
tidak dapat ada perubahan jika hanya diam
melainkan butuh usaha untuk meraih cinta itu
cinta jika kamu tidak mengungkapkannya
itu akan hanya menjadi benalu di hidupmu
kau tidak akan pernah tau perasaan nya yang sebenarnya
siapa yang bakal tau bahwa kalian memiliki perasaan yang sama
semuanya itu mungkin saja
hanya kalian butuh keberanian yang besar untuk mengungkapkannya
jangankan karena keegois'an diri masing-masing
memilih melupakan cinta itu dan menghindar pergi
lalu bertahun-tahun lewat perasaan itu malah akan menghantui kita
menjadi ketakutan untuk mengerti tentang cinta
jika kamu berani mencintai seseorang
kamu juga harus berani mengungkapkannya
apapun jawaban yang dia berikan
kamu harus menerimanya dengan lapang dada karena cinta itu bebas memilih...

