Jumat, 11 Juli 2014

Museum Kesehatan Surabaya

FEATURE NEWS

Boneka Pemanggil Roh Sebagai Media Pengobatan Tradsional di Museum Kesehatan

Dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia saja, tetapi di setiap bangunan pasti ada makhluk dari dunia lain. Hanya beberapa dari kita yang mempunyai kelebihan khusus dapat melihatnya, asalkan kita tidak menganggu mereka, mereka juga tidak akan menganggu kita.

MUSEUM sejatinya merupakan tempat untuk menyimpan barang-barang yang dianggap memiliki nilai sejarah di dalamnya. Di Surabaya sendiri berbagai macam museum didirikan untuk dijadikan tidak hanya sebagai tempat wisata bersejarah saja namun juga untuk penelitian. Salah satu museum yang namanya mungkin cukup asing dan jarang terekspos oleh media adalah Museum Kesehatan dr. Adhyatama di Jl. Indrapura, Surabaya.

Konon, Museum Kesehatan ini dianggap memiliki cerita mistis yang berhubungan dengan peralatan-peralatan yang ada di Museum tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa barang-barang yang ada di museum pasti ada penunggunya.“Jangankan di museum, di setiap tempat kayak rumah kamu juga pasti ada penunggunya juga, cuma tergantung kitanya sendiri  bisa menghormati mereka atau tidak,” ucap Sartono (54) yang merupakan salah satu penjaga senior Museum Kesehatan di Surabaya. Sartono dahulu sempat menjadi Kepala Satpam pada tahun 1990-an tetapi pada tahun 2000 Sartono diperintahkan untuk menjadi Penjaga Museum karena pada waktu itu penjaga Museum kekurangan orang.

Sartono mengatakan bahwa di Museum ini dulunya merupakan bekas Rumah Sakit Kulit & Kelamin dan sudah diresmikan menjadi sebuah museum sejak tahun 2004. Sartono telah bekerja sejak tahun 1982 hingga sekarang, tetapi masa kontraknya hingga tahun 2015 dan diperpanjang hingga tahun 2017. Museum ini banyak menyimpan peralatan medis dari mulai yang modern hingga peralatan medis tradisional yang sudah digunakan di masa lampau.
Jailangkung dan Ninik Towok
Pernah mendengar atau melihat boneka yang disebut Jailangkung? Jailangkung merupakan sebuah boneka yang terbuat dari kayu dan kepalanya dari batok kelapa, dibuat secara sederhana. Siapa sangka boneka kayu sederhana itu bisa digunakan sebagai media pemanggilan Roh atau arwah orang yang sudah wafat dan biasanya kebanyakan arwah dari orang yang wafat atau meninggalnya secara tidak wajar. Jailangkung dimanfaatkan untuk mengetahui kematian yang dialami oleh arwah tersebut.

Kebanyakan orang-orang mengetahui Jailangkung sebagai boneka kayu yang penuh misteri, mengerikan, dan menyimpan banyak mitos di dalamnya. Menariknya, selain bisa menjadi media pemanggilan arwah tersebut, Jailangkung pada jaman dahulu ternyata juga digunakan sebagai media pengobatan secara tradisional. Caranya sama, memanggil arwah namun arwah yang dipanggil adalah arwah yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit yang ada di tubuh penderita. Pengobatan tradisional yang kedengarannya aneh dan tidak bisa di percaya, namun hal itu memang ada.

Selain itu ada juga Ninik Towok biasanya digunakan disaat Bulan Purnama. Biasanya Ninik Towok ini diangkat dan diarak keliling desa sebagai ritual pembersihan desa agar desa tersebut tidak terkena bencana dan segala sesuatu hal-hal jahat serta tolak bala. Bentuknya hampir sama dengan Jailangkung rupanya hanya saja Ninik Towok ini lebih berupa seperti wanita. Memang terdengar sedikit menyimpang dari kata “kesehatan”, namun fungsinya kurang lebih hampir sama dengan Jailangkung, sama-sama menolak segala sesuatu yang bersifat negatif entah itu dari kesehatan ataupun hal lainnya.


STRAIGHT NEWS

Ada “Dunia Lain” di Museum Kesehatan Surabaya

Pintu Menuju Dunia Lain

Museum kesehatan yang berada di Jl. Indrapura Surabaya, selama ini seringkali disalahkaprahkan sebagai museum santet. Padahal sudah jelas bahwa museum tersebut berisi alat-alat kesehatan, baik itu yang modern maupun tradisional. Mungkin karena adanya alat-alat tradisional itulah museum ini memberikan pandangan yang lain terhadap masyarakat.

Bagian sasana tradisional terlihat sedikit menyeramkan dikarenakan adanya alat-alat tradisional seperti jelangkung dan nini towok yang memang berbau mistis. Namun ternyata ada hal lain yang jauh lebih menakutkan. “Dunia Lain”, begitulah yang tertulis di kertas yang ditempel di pintu ruangan tersebut. Rupanya ruangan itu terlarang sehingga sengaja dikunci dan ditutup rapat agar tidak ada pengunjung yang masuk.

Ketika dikonfirmasi kepada Pak Sartono, penjaga museum tersebut, dia berkata bahwa ruangan tersebut benar-benar dihuni oleh mahluk dari dunia lain. Dibalik pintu tersebut terdapat jejeran kamar mandi bekas rumah sakit yang memang tidak pernah terurus sehingga pada akhirnya ditempati oleh mahluk gaib. Pernah ada sekelompok mahasiswa dari Surabaya yang berkunjung kesana, salah satu dari mereka mengintip ke dalam ruangan itu lalu dia melihat sesosok perempuan. Lama-kelamaan dia penasaran dan nekat masuk ke dalam ruangan tersebut. Pada akhirnya ketika dia ingin keluar dia tidak bisa karena seluruh tubuhnya terasa berat. Penjaga museum pun bertindak dan meminta maaf pada sosok yang berada di ruangan tersebut dan mahasiswa tersebut pun kembali seperti semula.

Pak Sartono sendiri mengatakan bahwa museum tersebut mempunyai aura mistis bukan karena barang-barang yang berada di dalamnya, melainkan dari gedungnya sendiri yang merupakan bekas rumah sakit. Meskipun begitu, dia tidak pernah mengalami hal-hal mistis maupun diganggu oleh penunggu disana. Hanya sekedar mendengar suara-suara yang tentu merupakan hal yang biasa baginya. “Kalau diganggu yang aneh-aneh sih saya tidak pernah, hanya paling mendengar suara-suara seperti suara air dan sebagainya.” ujarnya.

Jika anda penasaran dengan ruangan ini, anda dapat mengunjungi Museum Kesehatan yang berada di. Jl. Indrapura no. 17. Siapkan nyali anda untuk memasuki ruangan dunia lain ini karena ruangan ini benar-benar ekslusif..

DEPTH NEWS

Bekas Rumah Sakit kini menjadi Museum Kesehatan

Musem Kesehatan di Surabaya

Pada 14 September 2004, Menteri Kesehatan meresmikan museum yang bernama "Museum Kesehatan Dr Adhyatma, MPH - Depkes RI". Nama dr. Adhyatma dipakai dalam museum tersebut karena sebagai tanda jasa terhadap seorang dokter dan menteri yang sangat peduli dengan kesehatan rakyat jelata. Museum ini ada setelah diawali berdirinya Museum Kesehatan di D.I. Yogyakarta pada tahun 1980. Museum Kesehatan yang berada di D.I. Yogyakarta ini memiliki gedung yang cukup luas, tetapi isi di dalam museum tersebut hanya sebuah prasasti pembukaan. Fungsi sebagai museum juga belum dijalankan. Seharusnya Museum Kesehatan ini digunakan sebagai tempat mengumpulkan koleksi, konservasi, penelitian, dan mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang ide, perilaku dan hasil karya manusia yang terkait dengan aspek kesehatan. Dengan adanya Dr. dr. Harijadi Suparto, dari Puslitbang Pelayanan Kesehatan yang merintis dan memotori berdirinya Museum Kesehatan di Surabaya. Pada tahun 1990 Museum Intern Puslitbang Pelayanan Kesehatan yang mengkoleksi barang-barang lama akan dihapus. Setelah itu berkembang menjadi Museum Kesehatan yang lebih menasional meski tanpa surat keputusan dan anggaran. Koleksi benda di museum ini mencapai ratusan buah dan merupakan sarana pelayanan kesehatan yang digunakan sejak tahun 1950. Museum kesehatan ini juga dilengkapi Laboratorium Pengobatan dan Obat Tradisional, Laboratorium Tenaga Dalam, Laboratorium Akupunktur, dan perpustakaan.

Sebelum didirikannya Museum Kesehatan ini merupakan bekas sebuah Rumah Sakit Kulit dan Kelamin. Kebanyakan barang-barang peninggalan disini juga merupakan bekas peninggalan peralatan-peralatan medis yang digunakan oleh dokter-dokter ketika gedung ini masih digunakan sebagai Rumah Sakit. Selain Museum Kesehatan di Jl. Indrapura no. 17 ini juga memiliki sekolah Akademik Akupuntur. Gedungnya menjadi satu dengan Museum Kesehatan ini.
  
Museum Kesehatan di Surabaya ini mengumpulkan dan menampilkan beberapa peralatan kesehatan bersejarah sejak waktu awal waktu sampai sekarang. Dengan perkembangan teknologi, saat ini orang selalu dilayani dan dimanjakan dengan alat-alat medis yang berteknologi tinggi dan canggih. Tetapi juga perlu diketahui bahwa di waktu-waktu awal, terdapat alat-alat medis sederhana yang turut berperan dalam hal medis. 

            Museum ini didirikan dengan tujuan untuk menyimpan dan melestarikan benda-benda yang bernilai historis dalam hal kesehatan hingga sekarang. Sehingga dengan begitu dapat memberikan informasi kepada generasi sekarang dan generasi mendatang tentang seluk-beluk kesehatan, budaya ilmu pengetahuan sejarah, dan sebagainya.

Museum ini memiliki koleksi mengenai semua benda-benda bersejarah dalam pelayanan kesehatan dari berbagai daerah, ras/etnis, dan agama/kepercayaan. Koleksi tersebut diperlihatkan dalam bentuk asli, imitasi, replika, dan foto atau gambar.

Koleksi tersebut terdapat di beberapa tempat yang berbeda yang disebut dengan Sasana. Beberapa tempat tersebut, yaitu :
  1. Sasana Adhyatma
    Sasana ini menyajikan berbagai koleksi Adhyatma ketika ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1988 hingga 1993.
  2. Sasana Kencana
    Di ruangan ini dipamerkan berbagai benda bersejarah yaitu lencana dari logam mulia, surat penghargaan dan sebagainya. Selain itu, ruangan itu juga menampilkan sejarah dan profil kesehatan pelopor museum.
  3. Sasana Kespro (Kamar Kesehatan Reproduksi)
    Ruangan ini menyimpan dan menampilkan berbagai item/peralatan kesehatan reproduksi termasuk kesehatan ibu dan anak-anak dari berbagai budaya, kesehatan kehamilan, persalinan dan keluarga berencana.
  1. Sasana Genetika (Kamar Genetika)
    Dalam ruangan ini menunjukkan garis keturunan dan silsilah, seperti silsilah keluarga kerajaan di Indonesia.
  1. Sasana Kesehatan Budaya (Kamar Budaya Kesehatan)
    Di ruangan ini, menampilkan beberapa alat medis yang terkait dengan kepercayaan atau supranatural dan dunia gaib yang berkembang di masa lampau.
  1. Sasana Fauna
    Di ruangan ini menampilkan berbagai macam binatang  yang bisa menjadi mediator penyakit (vektor), tetapi ada juga beberapa binatang yang berkhasiat sebagai obat.
  1. Sasana Medik dan Non Medik (Kamar Medis Dan Non Medis)
    Berbagai peralatan kesehatan medis dan non-medis disimpan dan ditampilkan di ruangan ini. Benda-benda tersebut adalah benda yang digunakan oleh lembaga kesehatan di masa lalu. 
  1. Pintu Dunia LainDi dalam Museum Kesehatan di Surabaya ini terdapat salah satu ruangan khusus dan tertutup. Tidak sembarang orang yang bisa memasuki ruangan ini karena didalam ruangan ini banyak makhluk-makhluk yang berbeda dunia dengan kita. Sehingga hanya orang-orang yang memiliki kelebihan khusus yang dapat memasuki ruangan ini karena aura didalam ruangan ini sangat berbeda dan sangat kuat, maka dari itu ruangan ini selalu terkunci.


Berita terkait: 
masfebjalanjalan.blogspot.com/2014/02/mengintip-dunia-lain-di-museum-santet.html?m=1

http://m.log.viva.co.id/news/read/373650-ruangan--dunia-lain--di-museum-kesehatan

Dibuat Oleh :
Jessica Megawati Susanto (1423012026)
Maria Esterlita (1423012031)
Anastasia Marcella (1423012035)
Adelia Octaviani (1423012044)
Sherly Angelina (1423012046)